Tuesday, September 1, 2009

Dimana letaknya?


Sepupu saya si Indirasthi, atau sebut saja Dira, telah membuat saya berpikir di sore hari ini dengan status facebook-nya yang berbunyi :

"Sebenernya perasaan letaknya dimana sih? Kenapa kalo sakit hati yang nyeri selalu dada kiri atas?"


...

iya ya, kenapa yang nyeri selalu di dada kiri? memangnya ada apa disana, yang berkaitan dengan perasaan.
Okey, mari kita mulai dengan struktur di dada kiri :
1. Kulit
2. Otot
3. Pembuluh darah dan saraf
4. Tulang-tulang iga
5. Organ dalam : sebagian besar jantung dan paru kiri


Mungkin,
ketika perasaan kita kenapa-kenapa menyebabkan pelepasan hormon yang bikin peningkatan frekuensi detak jantung, sehingga suplai darah untuk kontraksi jantung yang tiba-tiba berdetak jauh lebih cepat (secara tidak disadari tentunya) menjadi tidak mencukupi untuk sesaat sampai adaptasi terpenuhi. Makanya jadi timbul nyeri, kurang lebih kayak heart attack gitu deh. Bedanya kalo heart attack karena aliran darah tersumbat atau tidak lancar (yang nyerinya nggak akan hilang selama sumbatannya belum diatasi), kalo yang mengenai perasaan ini yah aliran darahnya normal tapi karena beban kerja jantung meningkat (yang berarti butuh suplai darah lebih banyak dan nyeri hilang setelah pembuluh darah mampu beradaptasi).

gitu kali ya.

*www.sok-pinter-com*

ada yang tau nggak apa alasan yang lebih tepatnya? :)


Friday, August 28, 2009

anti-sosial


mungkin
saya
(agak)
anti-sosial
...
:)

walaupun saya tidak memenuhi kriteria diagnosis, tapi ada beberapa symptom yang sepertinya pernah saya alami, hehehehe.
aneh? nggak.
Flash back, dulu saya nggak begini. Sejak peristiwa ini-itu-ini-ini lagi-itu lagi, dll saya mulai malas berurusan dengan hal-hal nggak penting dan mulai menemukan zona aman dan nyaman untuk diri saya sendiri. Saya mulai imun terhadap perasaan dilupakan dan ditinggalkan teman :) Sedih? Ya, sedih. Tapi tidak lagi seperti dulu yang sampai sedih-kepikiran-nangis dalam beberapa hari. Bahkan pernah salah seorang sepupu saya menulis status di facebook "takut ditinggalin temen", dan saya meninggalkan komentar yang berbunyi : "nggak apa2, temen datang dan pergi itu biasa". Cukup kaget juga mendapati diri saya sendiri meng-komen begitu, disaat komentar orang lain di status sepupu saya itu adalah yang semacam "tenang aja aku ga kemana2 kok", atau "temen2mu ga akan pergi kok", dll. Kalimat-kalimat simpatik dan suportif. Sedangkan komentar saya? Sinis. To the point. Sama sekali tidak menghibur :)

Dan saya jadi merasa seperti anti sosial.

Mungkin karena berkali-kali saya kecewa pada pertemanan atau persahabatan.

Hehehehehe, tidak perlu kasihan begitu :p Sisi baiknya adalah, saya jauh lebih kuat dari orang lain. Ketika orang lain sedih dan menangis karena merasa dilupakan teman atau sahabat, saya tidak. Okay, sedikit :)







Sunday, April 19, 2009

7 Hari Untuk Selamanya

7 hari, terhitung mulai hari ini. Saya harus berpikir tentang masa depan. Sesuatu yang paling malas saya lakukan, karena saya ini model orang yang tidak suka berencana, tidak suka memikirkan apa yang akan terjadi besok, lusa, atau minggu depan.

Tapi sepertinya kali ini saya harus benar-benar berpikir.

Jangan tanya kenapa harus 7 hari :) Karena saya juga tidak begitu mengerti, mungkin sesuatu yang sudah saya tahu akan terjadi ini datang terlalu cepat, dan saya tidak siap.

Sebagian dari diri saya mungkin bertanya pada sebagian yang lain, tentang apakah saya takut, apakah saya cemas, apakah saya gelisah. Jawabannya adalah : mungkin. Saya tidak akan mengizinkan diri saya untuk benar-benar takut. Saya boleh cemas, boleh juga gelisah, tapi tidak dengan rasa takut. Tidak akan pernah.

7 hari ini entah harus saya mulai darimana. Terlalu pusing. Ah, mungkin bisa dimulai dengan berpikir tentang apa yang sebenarnya saya inginkan, sepertinya selama ini saya tidak pernah sungguh-sungguh berpikir tentang ini. Kemudian mungkin juga mempertimbangkan keinginan orang-orang yang akan berpengaruh dalam menentukan masa depan saya. Aneh, saya merasa aneh karena mesti memikirkan orang selain saya sendiri dan (mungkin) calon partner hidup saya. Bukankah saya, yang akan menjalani apapun dengan segala resikonya? Bukankan saya, yang sampai mati nanti akan merasakan apapun yang berkaitan dengan segala sesuatunya? Saya. Bukan siapa-siapa. Rasanya tidak adil, sekarang saya harus memikirkan banyak orang. Sedangkan nanti, saya lah yang harus menanggung semuanya, saya yang menjalani semuanya, lengkap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Semua pihak yang sekarang saya pikirkan perasaannya, tidak akan lagi ambil bagian. Kenapa ya bisa begitu? Entahlah, tanya saja pada rumput yang bergoyang.

Tentang yang saya inginkan...
Nanti dulu, saya masih belum bisa memutuskan apa yang sebenarnya saya inginkan. Mungkin ini saja ya, bayangan saya tentang seperti apa saya di masa depan. Dari dulu saya selalu membayangkan, saya dengan karir yang cemerlang. Apapun profesinya. Dan karena kebetulan saya sekarang bermain di dunia kedokteran, mungkin yah bayangannya adalah saya dengan jas putih bertuliskan nama saya, plus titel 'dokter' di depan nama saya dan gelar spesialis something di belakangnya. Gambarannya adalah saya duduk di ruangan saya sendiri, putih, rapi, bersih, dan tentu saja : wangi. Saya sibuk menganalisa kasus pasien-pasien saya, and bingo! the case is easily solved! hehehe, terlalu muluk-muluk ya? Nggak apa-apa lah namanya juga impian ^^

Tapi ternyata hidup bukan sekedar tentang itu ya? Bodohnya saya adalah baru sadar sekarang. Baru tahu, bahwa banyak hal yang harus dipikirkan. Yasudahlah, masih ada 7 hari kan? :)

Toh saya sudah berdoa, saya juga percaya Tuhan itu Maha Membolak-balikkan hati manusia. Dan Tuhan juga pasti tahu, apapun hasilnya nanti, saya tidak ingin kehilangan dia.


cheers,
ifa




Friday, March 13, 2009

remember about biochemistry things, anyone?

what is early and advanced glycosylation product actually!!!???

Friday, February 27, 2009

In good times and bad times...



saya : kamu masih ingat kan, aku ini lebih dari sekedar tangguh untuk menyelesaikan semuanya... ya kan?

dia : pastinya... kamu ragu? kenapa harus ragu jika aku saja meyakininya... harusnya kamu punya SERIBU kali yakin daripada yang aku punya :)



taken from cellular-phone short message between my seven-years best friend...